4. Perakitan dan Pemeriksaan Ulang Setelah Mengganti Stator Magneto¶
Stator pengganti dapat kembali rusak jika penyearah lama, konektor terbakar, kabel rusak, celah yang salah, atau pemasangan yang buruk dibiarkan. Perlakukan pekerjaan ini sebagai perbaikan sistem.
1. Catat pemasangan lama¶
Foto jalur kabel dan posisi konektor. Tandai kabel fase dan kabel koil pickup. Catat bekas gesekan antara rotor dan stator serta korosi, panas, atau oli pada konektor.
2. Pemeriksaan saat perakitan¶
- Bersihkan permukaan pemasangan dan alur kabel.
- Arahkan kabel pada jalur terlindung semula, jauh dari rotor, knalpot, tepi tajam, dan bagian bergerak.
- Gunakan torsi baut dan prosedur pengunci sesuai spesifikasi.
- Jika terdapat koil pickup, ukur celahnya sesuai spesifikasi kendaraan.
- Ganti gasket, seal, terminal, dan bagian kabel yang rusak atau mengeras karena panas.
3. Ukur sebelum dan sesudah diberi daya¶
Sebelum diberi daya, bandingkan tahanan fase, periksa isolasi ke massa mesin, dan putar rotor dengan tangan untuk memastikan tidak ada gesekan.
Setelah mesin hidup, bandingkan tiga keluaran AC, ukur tegangan pengisian aki pada langsam dan putaran uji, lalu periksa konektor penyearah dan titik massa dari panas berlebih. Ulangi dengan beban utama menyala.
Jangan membuat stator baru menanggung kerusakan lama
Jika stator lama terbakar, uji juga penyearah dan konektornya. Penyearah rusak atau konektor meleleh dapat merusak stator baru dengan cepat.
4. Simpan catatan dasar¶
Catat tanggal pemasangan, tiga nilai tahanan, tiga nilai AC, keluaran penyearah, tegangan aki, dan kondisi beban. Dengan begitu gangguan yang muncul sesekali dapat dibandingkan dengan data awal.